Ini Kota Apa Kampung Sih

Kali ini saya rada sedikit kecewa dengan pelayanan listrik di Kota (kampung) Tarakan. Kota Tarakan yang ada di provinsi Kalimantan Utara dikenal sebagai kota penghasil gas alam. Padahal PLN disini mengunakan bahan bakar minyak solar dan gas alam sebagai pembangkitnya. namun dalam beberapa bulan terakhir, terpaksa penduduknya mengalami pemadam listrik secara bergilir. pemadaman bergilir yang terjadi bisa sampai 5 hingga 7  jam! yess kalo anda beruntung bisa sampai 10 Jam. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pasokan gas dari PT medco ke PLN , dan PT Medco sendiri mengklaim pasokan gas-nya sudah habis, dan sedang mengusahakan mencari sumber gas baru dan entah sampai kapan akan terjadi.

Pemadaman bergilir atau yang dikenal dengan istilah Byarpet  bergantian di setiap titik dan kelurahan, dan selalau terjadwal rutin. Sampai-sampai untuk fasilitas lampu jalan protokol (Penerangan Jalan Umum) juga ikut mati dan cukup membahayakan bagi pengguna jalan. berikut nih jepretannya

Sangat Kampung

Kampung!

Hmm… Sangat Kampung kawan.. sekali lagi itu bukan Kota, tapi kampung. bahkan traffic light pun nggak fungsi. Kasihan neh Polantas

Yah saya cuman bisa berdoa semoga permalasahan ini bisa teratasi secepat mungkin, jadi masyarakat Tarakan bisa menikmati ketersediaan energi yang cukup, karena hal ini sangat merugikan bagi semua kalangan.

NB : Ditulis ditengah-tengah padamnya lampu… 😥

Advertisements

5 thoughts on “Ini Kota Apa Kampung Sih

  1. Bagi yang belum tau ya. Sebenarnya pasokan listrik bukan hanya dari Medco tapi juga dari PT.Idec. Itu yang saya tahu, kenapa terjadi pemadaman listrik? Medco sendiri sudah menyatakan tidak sanggup untuk memasok gas ke PLN karena sudah kurang dan PLN tidak mau mengambil gas dari Pertamina karena kontraknya mahal (harga gas baru, sedangkan medco masih pakai harga lama karena sudah di kontrak beberapa tahun yang lalu).

    Bagaimana dengan listrik dari PT Idec. Pasokan listriknya berkurang karena katanya ada kebocoran pipa untuk turbin (klo ga salah) sehingga Idec sendiri tidak berani menaikkan tenaga turbin takut tambah parah sedangkan perbaikannya harus menunggu sparepart dari luar. Seharusnya alat tersebut diganti setiap 5 tahun sekali, parahnya di tahun ke-4 tidak ada yang memesan sparepart pengganti (karena mungkin dianggap belum rusak). Setelah rusak ya seperti ini jadinya.

    Dulu pernah dengar2 pemerintah mau membuat PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap). Tolong masyarakat jangan sampai tertipu, memang ini uap tapi dari batu bara (yang katanya banyak di daerah juata). Bagi saya sendiri tidak mendukung eksploitasi batu bara tersebut. Masih banyak sumber daya alam lain yang bisa digunakan untuk tenaga listrik.

    Kenapa tidak menginvestasi untuk energi terbarukan seperti Tenaga Surya dan Tenaga Angin, Apalagi kita tahu tarakan di daerah iklim tropis dengan sinar matahari yang cukup banyak dan angin yang cukup kencang.

    Sekedar memberikan informasi. Jangan selalu men-judge dan mencari kambing hitam. cobalah untuk mencari solusi bersama sebagai penerus bangsa 🙂

    *pernyataan saya bisa jadi salah, saya hanya dapat info dari orang dalam. Bisa di koreksi lebih lanjut kalau salah 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s